Rabu, 30 Desember 2009

TROLLING CUMI

Cumi bakar hmmm lezatnya, itu lah yang dibayangkan rekan-rekan mancing kami kali ini. Hari minggu (27/12/2009) dipenghujung tahun 2009, beberapa pemancing mengadakan wisata kepulau Pramuka di kepulauan seribu. Selain menikmati keindahan pulau mereka juga menyempatkan diri untuk mengajak anak-anak mereka untuk mancing ikan disekitar pulau tersebut dengan perahu mancing yang mereka sewa. Kebetulan dalam rombongan kali ini terdapat pemancing pemula hingga pengurus dan mantan pengurus dari Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia, biasa dikenal dengan FORMASI.

Keinginan untuk mancing ikan sudah timbul sejak berangkat dari pelabuhan Muara Angke, apalagi ditengah perjalanan terlihat segerombolan ikan tongkol sedang bermain dikejauhan. Peralatan mancing serta GPS pun sudah dipersiapkan rekan-rekan kita kali ini.

Begitu kapal yang membawa mereka bersandar didermaga, langsung saja mereka menuju penginapan yang mereka pesan untuk menaruh barang. Sementara beberapa anggota kelompok sibuk mencari kapal mancing untuk disewa, rekan yang lain balik kedermaga untuk memancing baronang. Begitu kapal sudah berhasil dibooking, semua peserta bersiap melaut kembali untuk mancing disekitar Pulau Pramuka.

Kapal mancing mulai meninggalkan dermaga pulau Peramuka, menuju keramba apung diseberang pulau untuk membeli umpan setelah itu langsung menuju spot kapal karam. Strike demi strike mulai terjadi walaupun ikan yang berhasil diangkat relatif kecil-kecil ukurannya (sebesar telapak tangan). Ketika strike mulai berkurang, kapten kapal memindahkan perahu ke spot lain sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk trolling tongkol. Karena trolling tongkol ini tidak membuahkan hasil, kapten kapal mancing membawa kapal menuju rumpon yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pulau. Beberapa strike berhasil diselesaikan dengan baik. Walaupun ikannya tetap berukuran kecil, hal ini membuat ketiga orang anak yang ikut mancing dengan mereka gembira.

Hari milai gelap, mereka memutuskan untuk kembali kepulau. Salah satu dari mereka berpesan kepada sang kapten kapal agar kapal diturunkan kecepatannya jika lewat diatas gugusan karang didekat pulau karena mereka ingin mancing cumi dengan teknik trolling. Kapal mendekati pulau tepat di atas terumbu karang kapal melambat. Beberapa kapela ukuran besar diturunkan untuk ditrolling, tak berapa lama terdengar teriakan yang membuat heboh seisi kapal "STRIKE...." Salah seorang pemancing berhasil menaikan cumi karang sebesar botol aqua sedang. Dua menit kemudian terdengar teriakan strike dari peserta lain dan dia pun berhasil menaikan cumi karang walaupun ukurannya lebih kecil. Setelah itu pemancing yang lain berhasil strike juga tetapi sayang sekali mereka belum berhasil menaikan cumi alias moncel. Kapal akhirnya merapat didermaga.

Sesampai dipenginapan cumi hasil mancing pun mereka bakar dan makan ramai-ramai. Rasa lezat cumi yang masih fresh kemudian dipanggang tidak ada duanya. Dagingnya terasa lebih manis dibanding cumi yang tidak fresh lagi kemudian dibakar.

Rasa penasaran dengan hasil mancing cumi sebelumnya membuat 3 orang dewasa dan 1 anak kecil kembali menyewa perahu mancing untuk trolling cumi. Acara mancing malam itu tidak berlangsung lama karena bulan tertutup awan tebal dan hujan mulai mengguyur. Hasil yang mereka dapat 11 ekor cumi karang besar-besar dalam waktu 2 jam.

MancingGembira

Senin, 14 Desember 2009

PEMANASAN GLOBAL MENGANCAM AKTIVITAS MANCING

Pemanasan global mengancam semua aspek kehidupan. Menurut perkiraan peneliti ekonomi lingkungan senior PBB, lebih dari 250 juta orang akan kehilangan mata pencahariannya (berhubungan dengan perikanan) akibat matinya trumbu karang tropis. Matinya trumbu karang ini menyebabkan berkurangnya populasi ikan.

"More than 250 million people are at risk seriously of their lifeblood going away because of the lack of fish on tropical coral reefs," he told reporters in Copenhagen.


Trumbu karang dalam kondisi normal bisa pulih dengan sendirinya dari pemutihan (coral bleaching), namun kini mereka mati dan menghancurkan industri perikanan karena lautan menyerap jumlah CO2 yang semakin meningkat, menyebabkan meningkatnya tingkat keasaman.

Normally corals recover from bleaching episodes, but now reefs are dying, destroying fisheries, because oceans are absorbing growing amounts of CO2 and becoming increasingly acidic.


Negara-negara tropis akan sangat merasakan sekali dampak dari kehancuran industri perikanan. Penggemar olahraga mancing tidak akan semenarik saat ini atau masa-masa lampau. Akan sangat sulit memancing satu ikan dilautan luas dengan trumbu karangnya telah hancur.

Penghijauan intensif diperlukan dalam hal ini. Penanaman lebih banyak pohon dapat menolong untuk mencegah hal ini terjadi dimasa depan. Pertumbuhan pohon dapat membantu menyerap CO2 dalam atmosfir dan carbon alami akan diserap lautan.

Mari kita selamatkan bumi kita dari pemanasan global dengan menanam lebih banyak pohon agar anak cucu kita dapat menikmati olahraga mancing seperti yang kita gilai saat ini.
Salam Strike

Sumber: The Jakarta Post

Selasa, 08 Desember 2009

NUSANTARA FISHING TOURNAMENT 2009

Kabar baik bagi para pencinta olahraga mancing sekitar wilayah kalimantan, tanggal 19 hingga 20 Desember 2009 akan diadakan turnamen mancing yang akan memperebutkan pialan Bupati Kutai Timur. Acara ini sendiri diberi nama Nusantara Fishing Tournament 2009.

Lokasi penyelengaraan turnamen mancing ini di perairan Sangatta, dengan pusat kegiatan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kenyamukan Sangatta. Sementara biaya pendaftaran turnamen mancing ini sebesar Rp.1.500.000,- per Tim. Dalam 1 Tim maksimal terdiri dari 5 orang pemancing, biaya kapal dan akomodasi ditanggung peserta sendiri.

Pada turnamen kali ini, kategori yang diperlombakan antara lain: Kategori ikan terberat, Kategori Species (Billfish, Tenggiri, Barracuda, Giant Trevally, Kakap, Tuna dan Kerapu), Kategori Campuran (Ikan terberat Jenis Ikan Tongkol, Pari, Hiu, Talang, Keneke, Mondo,
Lemadang). Sementara untuk Jackpot berupa ikan Marlin dengan berat minimal 100,1 Kg akan mendapatkan hadiah berupa piala, piagam dan 1 unit mobil.

Pendaftaran turnamen dapat dilakukan pada tempat-tempat sebagai berikut:
  • Sekretariat Kantor Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Kutai Timur, Jl. Soekarno Hatta No. 1 Sangatta – Telp. / Fax. : 0549 - 22706
  • Sekretariat Borneo Fishing Club Balikpapan, JL. Jend. Sudirman Blok A/2, Pertokoan Pantai Mas Permai, Balikpapan. Kontak Person: Hadi / Didit, Telp. / Fax. : 0542-424603
  • Melalui Internet www.borneofishingclub.com

Salam Strike...

Kamis, 03 Desember 2009

RIBUAN IKAN MATI AKIBAT DIPOTAS

Ribuan ikan ukuran besar dan kecil di sepanjang aliran sungai Dusun Ngepet, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis diketahui mati yang diduga akibat ulah pencari ikan menggunakan racun.

"Berdasarkan laporan dari Kelompok Pengawas Masyarakat, dugaan sementara ikan yang mati itu memang akibat racun semacam apotas yang sengaja disebar di aliran sungai untuk memperoleh ikan dengan cara mudah," kata Kepala Bidang Perikan Budidaya, Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan, Kabupaten Bantul Bambang Pin Erwanta, Kamis (3/12).

Menurut dia, berdasarkan ciri fisik yang ada pada ikan yang ditemukan mati seperti pucat dan ingsang berwarna coklat maka kuat dugaan akibat terkena racun apotas.

"Kami perkirakan pelaku menebar apotas pada Rabu kemarin dan ikan baru diketahui mati hari ini setelah terdapat banyak ikan yang mengambang di permukaan sungai," katanya.

Pihaknya saat ini belum akan memikirkan memberikan ganti rugi karena ikan yang mati bukanlah milik kelompok petani ikan atau warga setempat namun ikan yang hidup sepanjang aliran sungai.

"Sebenarnya untuk mencari ikan ada aturan yang melarang ikan diberi racun apotas namun hanya dijaring atau dipancing karena ikan yang diracun juga sangat berisiko jika dikonsumsi manusia," katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Petani Ikan Air Payau Mugari mengatakan ribuan ikan yang mati terdiri berbagai jenis seperti nila, keting, tawes dan bawal air tawar.

"Kami khawatir jika air dari sungai yang tercemar racun tersebut juga masuk ke area laguna karena dapat mengancam ikan yang dibudayakan masyarakat," katanya.

Kapolsek Sanden AKP Darmanto menyatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan dugaan ribuan ikan mati akibat racun apotas yang sengaja disebar di aliran sungai.

"Kami langsung mengadakan penyelidikan atas kasus tersebut namun untuk racun yang digunakan kami belum dapat menentukan jenisnya," katanya.

Sumber: Kompas

Senin, 30 November 2009

MABUK LAUT

Seorang teman mengeluh, dikala dia dan rombongannya pergi mancing ditengah laut, saat ikan sedang rame-ramenya strike, salah seorang dari mereka minta pulang akibat mabok laut. Bagaikan tersambar petir, jika diikuti kemauan temannya yang mabok, acara mancing yang sedang hot-hotnya berakhir sampai disitu, jika dibiarkan saja, mereka tidak tega melihat kondisi temannya yang mabok. Badan temannya sudah sangat lemah, tiap beberapa saat jackpot.

Mabuk laut merupakan kondisi yang paling dibenci pemancing, merupakan perusak acara mancing. Jika seseorang terkena mabuk laut akan sulit untuk menghentikannya untuk tidak jackpot kecuali balik kedarat. Ada beberapa tips agar terhindar dari mabuk saat mancing yaitu:
  • Istirahat yang cukup agar badan tetap fit, minum obat anti mabuk atau kenakan koyok pada bagian tertentu sebelum melaut.
  • Makan yang kenyang, jaga jangan sampai perut kosong dengan cara ngemil, hindari makanan berminyak, konsumsi banyak buah dan sayuran serta makanan berserat lainnya.
  • Saat di kapal usahakan agar tetap memfokuskan pandangan mata ke garis Horisontal, badan jangan terlalu sering membungkuk atau melihat kebawah, hal ini dapat membuat lebih cepat merasa mual, selain itu pula jangan melihat sesuatu dari jarak dekat. Jika belum terbiasa jangan merangkai pancingan di kapal , minta tolong saja pada ABK untuk merangkai atau memasang umpan.
  • Kenakan Jacket jika udara terasa dingin agar tidak masuk angin.
  • Hindari tempat mesin yang berbau solar asap buangan mesin, karena bau tersebut akan langsung masuk ke otak dan dapat membuat pusing.
  • Pada sore hari menjelang pergantian siang ke malam (terang ke gelap), sebaiknya istirahat atau tidur beberapa saat, malamnya bangun dan mancing lagi. Karena pada beberapa orang yang belum terbiasa, saat-saat seperti ini berpotensi memicu mabuk laut dimana jarak pandang kita pada siang hari yang cukup jauh tiba-tiba berkurang akibat berkurangnya cahaya matahari.
  • Jangan lupa bawa obat-obatan untuk mencegah mabuk laut seperti: dramamine (obat anti motion sickness), obat maag untuk mengurangi asam lambung, kimite Patch (ini semacam plester anti mabuk yang ditempelkan dibelakang telinga), analgetik untuk menghilangkan pusing dll.

Sementara jika seseorang sudah terlanjur terkena mabuk laut, ada beberapa hal yang perlu dilakukan, antara lain:
  • Baringkan korban dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki.
  • Kendurkan ikat pinggang/gimbal/celana sehingga pernafasan perut tidak terganggu.
  • Berikan obat antimual golongan B6 (daramamine, sturgeon, etc).
  • Jika pusing hebat, berikan analgetik (asam mefenamat).
  • Berikan makanan dan minuman hangat, cuci muka dgn air hangat.
  • Cari posisi nyaman (biasanya pemabuk sendiri yg tau dimana dirinya nyaman), anjurkan untuk mengatur pernapasan. Hindari asap kenalpot mesin kapal.
  • Jika dianggap parah, sebaiknya kembali kedarat dan segera periksakan diri kedokter.

Selain tips menangani mabuk laut diatas ada beberapa cara lain yang cukup ekstrim yang beredar dikalangan pemancing yaitu:
  • Jika seseorang mabuk kasih joran yang strike biar ngajar ikan terus lupa ama mabuknya
  • Makan hati ikan mentah yang baru (kalau sudah dapat ikan)
  • Makan lumpur laut
  • Minum air laut/Kumur dengan air laut
  • Diceburin, yang intinya disuruh berenang di laut

Semoga tips menangani mabuk laut diatas dapat membantu rekan-rekan mancing untuk mempersiapkan trip mancing yang membawa hasil yang menggembirakan.
Salam Strike.

Selasa, 17 November 2009

TRIP MANCING BINUANGEUN

Mancing Gembira: Trip BinuangeunMusim mancing di Binuangeun sudah tiba. Kabar dari beberapa rekan yang mengadakan trip mancing disana minggu lalu (14-15 Nov 2009), hasilnya menggembirakan. Mereka berhasil mengangkat puluhan GT (Giant Travelly) di spot Karang Tengah dengan teknik ngotrek, dasaran dan jigging, sementara kapal lain sempat menaikan beberapa ekor Amberjack, bahkan ada yang berhasil menaikan Marlin. Spot lain juga tak kalah menarik yaitu Karang Benowo untuk mancing dasaran. Sementara spot Tanjung Selatan Pulau Deli, merupakan spot yang cocok bagi rekan-rekan mancing yang ingin memancing krapu lodi serta kurisi, walaupun tidak menutup kemungkinan ikan-ikan lain juga bisa ditemukan disini.

Kondisi cuaca minggu lalu lumayan bagus, gelombang tidak besar, arus cukup baik, angin sepoi-sepoi. Hujan turun dimalam hari tetapi ikan makan dengan lahapnya pada saat hujan.

Biasanya kondisi jalan merupakan faktor yang membuat para pemancing asal jakarta enggan mancing ke Binuangeun, tapi kali ini kodisi jalan lumayan baik, walaupun ada beberapa bagian (antara saketi dan malimping) mengalami kerusakan, tetapi kondisinya tidak separah musim kemarin. Akhir kata trip minggu kemarin sangat pas. Ikan berlimpah dan jenisnya bervariasi, cuaca mendukung, kondisi jalan juga cukup baik.

Bagaimana rekan mancing, apakah sudah siap strike GT di Binuangeun?

Kamis, 22 Oktober 2009

REPORT TURNAMEN MANCING AGUNG LAKSONO

Pelaksanaan turnamen mancing memperebutkan piala Agung Laksono yang diadakan di Sepulauan Seribu (16 hingga 17 Okt 2009) berjalan dengan sukses. Semua peserta dilepas oleh panitia pada hari pertama turnamen mancing dari dermaga Marina Batavia pukul 4 subuh. Para pemancing mulai mancing hingga pukul 16:00, mereka harus merapat ke dermaga Pulau Bidadari untuk melakukan penimbangan hasil tangkapan pada hari pertama.

Usai penimbangan para peserta dan panitia beristirahat sejenak di kotage yang disediakan panitia di Pulau Bidadari. Malam harinya dilanjutkan dengan acara makan malam bersama sambil dihibur live music. Rencananya setelah makan malam, akan diadakan acara amal, dimana hasilnya akan disumbangkan untuk korban gempa di Sumatera Barat, namun sayangnya cuaca tidak mendukung. Tiba-tiba saja hujan deras disertai angin ribut mengganggu acara yang sudah disiapkan panitia. Alhasil baik panitia maupun peserta buru-buru kembali ke penginapan untuk memanfaatkan waktu beristirahat.

Hari kedua turnamen Mancing Agung Laksono, para peserta dan panitia mulai dengan sarapan pada pukul 3 pagi. Usai sarapan, peserta dan pengamat turnamen segera menaiki kapal masing-masing dan berlayar ke spot mancing yang sudah direncanakan para peserta. Panitia memberi kesempatan peserta mancing untuk kembali hingga pukul 15:30, yang merupakan waktu penimbangan ikan hari ke-2. Hampir semua peserta kembali tepat waktu, walaupun ada beberapa yang telat.

Usai penimbangan hari ke-2, panitia mengadakan jamuan makan dan dilanjutkan pengumuman pemenang lomba. Akhirnya Jackpot berupa mobil Mercedes Benz C200 tidak berhasil diraih oleh peserta turnamen mancing kali ini. Cuaca selama pelaksanaan lomba sangat baik walaupun malam harinya sempat hujan angin. Kondisi laut flat, sangat tenang, arus lumayan (cukup baik).

Mancing Gembira: Ketua Team Jagat Menaikan TenggiriPak Pepen, salah seorang pesarta turnamen dari team Jagat, berhasil menaikan ikan tenggiri seberat 5 kg pada hari kedua.


Mancing Gembira: Proses PenimbanganSuasana penimbangan hasil mancing pada hari pertama.


Mancing Gembira: Hasil Timbangan Hari PertamaIkan-ikan hasil pancingan yang ditimbang pada hari pertama.


Mancing Gembira: Juara PertamaJuara pertama


Mancing Gembira: Juara KeduaJuara Kedua team Orca.


Mancing Gembira: Juara KetigaJuara ketiga.


Mancing Gembira: Juara SpeciesSalah satu team yang menuarai kategori species.


Mancing Gembira: PanitiaPanitia turnamen berfoto bersama.

Dirangkum dari berbagai sumber.
Salam Strike....