Senin, 15 Maret 2010

DEEP INDONESIA EXTREME INDONESIA

Popper Adhek BaliSeperti kita ketahui acara Deep Indonesia dan Extreme Indonesia merupakan event exhibisi diving, olahraga air serta adventure dan travel terbesar di Indonesia. Mancing merupakan salah satu olahraga air juga merupakan kegiatan rekreasional yang berhubungan dengan air.

Deep Indonesia dan Extreme Indonesia tiap tahun diadakan pada bulan Maret, tahun ini diadakan pada tanggal 12 hingga 14 Maret. Salah satu pendukung dalam acara ini adalah FORMASI (Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia) yaitu wadah resmi bagi para penggiat olahraga mancing, pemancing / angler di Indonesia. Pada Deep Indonesia dan Extreme Indonesia tahun ini kami sempat mencatat ada 2 booth yang mengusung tema tentang olahraga mancing. Kedua booth tersebut adalah: Catalina Cylinder & Adhek Bali serta Mancing Magazine.

Catalina Cylinder & Adhek Bali menawarkan peralatan selam dan popper Adhek Bali yang terkenal tersebut. Pada booth mereka terlihat pengunjung cukup banyak dan mereka terlihat asik memperhatikan film mancing yang sedang diputar didepan booth ini. Terlihat juga Pak Adhek sedang menjelaskan kepada beberapa pengunjung yang bertanya mengenai popper buatannya dan mengenai trip mancing di Bali. Didepan booth terlihat sebuah display berisi berbagai jenis popper buatan Bapak Adhek ini.

Booth Mancing MagazineSementara pada booth Mancing Magazine, mereka menawarkan produk Majalah Mancing, T-shirt bertema mancing produksi Singindrag, Popper produksi Rudi Popper, Trip Mancing dengan EO dari MKFishingtour, Electrofish, Serta berbagai Jig dan Inchiku dari Toko Pancing Asia Central Pancing (bandengan). Booth Mancing ini terlihat sangat ramai dan mampu mencuri perhatian pengunjung pameran. Terlihat disana Mas Gino dan Mas Anto dengan semangatnya menawarkan serta menjelaskan trip mancing MK fishingtour kepada para pengunjung pameran yang melintas, sementara staf dari majalah mancing sedang membantu beberapa pengunjung yang sedang mencoba permainan simulasi mancing dengan joran yang menggunakan visual pada televisi dan alat yang berbentuk kotak hitam yang akan menarik benang pancing para pemain layaknya fight dengan ikan GT atau Marlin betulan. Bapak Djoko terlihat melayani pengunjung yang tertarik pada lure yang dipajang di booth ini.

Secara umum Deep Indonesia kali ini terbilang sukses. Pengunjung yang mengunjungi pameran yang bertiket masuk seharga 20 ribu Rupiah ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Menurut beberapa pengunjung, peserta pameran kali ini tidak sebanyak tahun lalu. Tahun ini tempat pelaksanaan acara ini agak tersembunyi sehingga agak menyulitkan pengunjung (lokasi tahun lalu sedang digunakan untuk pameran produk agro yang waktu pelaksanaannya juga bersamaan). Kami berharap tahun depan lebih banyak lagi peserta pameran yang berhubungan dengan olahraga mancing seperti trip mancing, majalah/tabloit mancing, peralatan mancing maupun pernak-pernik mancing lainnya.

Rabu, 17 Februari 2010

LURE DENGAN SENTUHAN BioPulse SYSTEM

MysticTackleworks BioPulse lure system attracts fish and encourages them to take the bait Image: Louisiana State UniversityKegiatan mancing seharusnya merupakan sesuatu aktivitas rekreasi menyenangkan dan bebas dari ketegangan sayangnya kadang hal tersebut malah sebaliknya. Kadang kala kegiatan mancing malah menjadi aktifitas yang membuat frustasi ketika tak satupun strike yang terjadi. Hal ini membuat trip mancing gembira kita menjadi berantakan. Banyak usaha yang dilakukan produsen alat pancing agar dapat memuaskan para pemancing.

Setelah melakukan research mengenai chemosensory system dari berbagai species ikan air tawar maupun species ikan air laut selama sekitar 30 tahun terakhir John Caprio, seorang peneliti sistem perasa dan penciuman pada ikan dari Lousiana State University (LSU) bekerjasama dengan Mystic Tackleworks menciptakan The BioPulse Lure System. Caprio menemukan perangsang alami spesifik yang megaktifkan sensor rasa dari ikan sehingga menyebabkan ikan secara reflex berkeinginan untuk makan makanan yang ada disekitarnya atau lure. Seperti perkataan Caprio yang dikutip dari gizmag:

If you look at how chemosensory input occurs in both our brain and that of a fish, you'll see that smell input is to forebrain whereas taste input is to the back, the highly reflexive part of the brain. The take home message from this is simple: fish learn and associate particular scents as food, but taste is an actual reflex for them. The taste of particular natural chemicals triggers a feeding response.


Mystical Tecklework merupakan perusahaan pembuat fishing lure yang memegang license teknologi Caprio bersama ahli sensory ikan lainnya mendevelop BioPulse Lure System. Lure ini bergerak bagai ikan mangsa dan memancarkan frekuensi suara yang rumit yang hampir sama dengan suara dan getaran air yang dihasilkan dari mangsanya di dalam air. Lure ini menggunakan rangsangan dengan penampakan dan gelombang UV ringan untuk menarik perhatian ikan serta melepaskan hormon pembangkit selera makan dari rongga bertekanan pada tubuhnya untuk mendorong ikan menghajar lure yang sedang lewat di depannya.

Lure ini diperlengkapi oleh internal scent-dispeser yang akan melepaskan aroma teretentu dalam dosis terukur dan setelah digunakan mancing selama 45 menit dapat diisi kembali. Lure ini terbuat dari shock-resistant polymer dan sekelilingnya dilengkapi sensor cahaya yang memonitor cahaya di dalam air serta dapat mengaktifkan beberapa buat lampu LED untuk mendorong lebih banyak ikan untuk menyerang.

Bagi sebagian orang penggunaan teknologi canggih seperti ini sebenarnya membuat olahraga mancing tidak menarik lagi karena ikan menjadi dengan mudahnya tertangkap serta dapat merusak ekosistem karena pemancing yang kontra dengan Catch and Release akan dengan mudahnya menghabisi species ikan yang ada diperairan tertentu. Tetapi bagi beberapa pemancing / angler hal ini sangat membantu mereka dalam mancing terlebih ketika trip mancing yang sedang dijalani hampir tidak menghasilkan strike sama sekali.

Jika anda termasuk pemancing yang tertarik menggunakan teknologi seperti ini dalam trip mancing anda, anda bisa mendapatkan Freshwater dan Saltwater Kit dari MysticTackleworks BioPulse Lure System dengan harga berkisar US$ 33.96 pada situs http://www.mystictackleworks.com/. Pilihan warna yang ditawarkan ada 3 yaitu: Rainbow 5.5", Shimmering Shad 5.5", serta Gold Shiner 5.5". Kit atau paket yang ditawarkan terdiri dari 2 jenis yaitu The BioPulse Saltwater Medium Diver Kit terdiri dari lure dengan split ring dan 2 Eagle Claw 'Lazer Sharp' hooks, setabung Sci-X™ Saltwater Neurological Feeding Stimulant, dan sebotol BioFlush™ Anti-Microbial Cleaning Solution dan The BioPulse Freshwater Medium Diver Kit terdiri dari lure dengan split ring dan 2 Eagle Claw 'Lazer Sharp' hooks, setabung Sci-X™ Freshwater Neurological Feeding Stimulant, dan sebotol BioFlush™ Anti-Microbial Cleaning Solution.

Sumber: www.gizmag.com, www.mystictackleworks.com, dan berbagai sumber lain.

Senin, 25 Januari 2010

DAPAT KIRIMAN CAPELA

squid jig atau capelaMinggu lalu, saya baru saja dapat kiriman capela atau squid jig atau biasa dikenal dengan udang-udangan dari adik. Sebelumnya saya memesan barang ini ketika dia berada di Singapura. Waktu itu saya hanya memesan 1 buah saja ukuran paling besar dan berwarna orange atau pink. Menurut beberapa rekan mancing yang berpengalaman mancing cumi, cumi sangat tertarik dengan warna orange dan pink dibandingkan dengan warna-warna lain, sementara beberapa literatur di internet yang membahas mengenai respond cumi terhadap warna juga mendukung hal ini. Selain warna-warni cerah, pada tubuh capela ada bagian yang glow in dark, ini berguna untuk mancing malam hari karena cumi mencari makan kebanyakan pada malam hari.

Setelah kiriman sampai di rumah, ketika bungkusannya dibuka, bukan main terkejutnya diriku ternyata jumlahnya banyak sekali, warnanya dan ukurannya pun macam-macam. Capela ini gunanya untuk mancing cumi. Capela ukuran kecil biasanya digunakan untuk mancing cumi dengan cara casting dari dermaga, sementara capela ukuran besar untuk mancing cumi dengan teknik trolling dari perahu dengan kecepatan rendah diatas trumbu karang sekitar pulau.
Ada satu capela yang menarik, bermerek Sure Catch, warnanya merah - kuning terbungkus kotak dari plastik dengan dasar karton. Capela ini ternyata terbuat dari plastik yang luarnya dilapisi kanvas, tetapi dalamnya terdapat beberapa biji besi bulat yang jika capela ini bergoyang akan menghasilkan suara ratteling sound.

Ratteling sound biasanya digunakan pada lure untuk mancing ikan predator. Fungsinya untuk menarik perhatian si ikan dengan suara-suara yang menggangu. Masalahnya capela ini tidak dipergunakan untuk mancing ikan tetapi cumi, apakah cumi tertarik dengan suara-suara ini atau malah menghindari suara seperti ini? Untuk lebih jelasnya akan saya tes pada trip mancing cumi berikutnya.

Senin, 18 Januari 2010

WILDFISHING SEKITAR JABODETABEK

Memancing di alam liar sangat menantang dan mengasikan, apalagi jika species ikan yang berhasil kita pancing bervariasi serta jumlah dan kualitas strikenya baik. Seperti kita tahu sangat sulit mencari lokasi macing yang masih asri dengan potensi yang baik di kota besar seperti Jakarta. Berikut ini merupakan lokasi wildfishing yang masih ada di sekitar Jabodetabek walaupun potensinya kurang memuaskan tapi patut kita jaga kelangsungan species yang ada disana.
  1. Danau Lido, Sukabumi
  2. Danau Senayan (Belakang BEJ), Senayan-Jakarta Selatan
  3. Danau Taman Ria Senayan (sekarang Taman Ria nya udeh tutup), Jaksel
  4. Danau buatan : Studio alam TVRI, Depok... banyak ikan emasnya
  5. Danau Sunter, Sunter-Jakarta
  6. Danau Kota Taman Metropolitan, Narogong-Cileungsi
  7. Danau Trisakti, Ciangsana (belakang Kota Wisata)
  8. Danau Kota Wisata cibubur - tempat dan ikannya ajib, tp skrg lagi verboden (biar ikannya gede2 dolo kali yee)
  9. Danau Griya Asri 2, Bekasi Timur
  10. Kali Sabi (pecahan Sungai.Cisadane) , Sangego - Pasar Baru, Tangerang
  11. Kali Malang - Bekasi Barat ; lele, betok, jaer, sapu-sapu, gabus
  12. Kali Ciliwung belakang Kalibata Mall
  13. Kali Ciliwung Pasar baru ; belut, lele - can't you believe it : gw pernah lihat ada yg dapet ikan alligator...(lepasan kaleee)
  14. Kali Pesanggrahan, Ciputat-Pdk. Pinang-Bintaro-Ulujami-Joglo, Jakarta (spot2 tertentu saja, karena banyak sampah rumah tangga dan polusi konfeksi rumahan)
  15. Setu Babakan, Ciganjur-Jakarta Selatan
  16. Setu Mangga Bolong, Ciganjur-Jakarta Selatan (bersebelahan dengan setu Babakan srengseng sawah jagakarsa jakarta selatan, tepatnya di belakang SMK Teladan)
  17. Setu Cipondoh, Cipondoh-Tangerang-Banten (patin, gabus, bloso, bawal, lele, mujair, gurame, mas, sapu2, udang rawa)
  18. Setu Pamulang, Pamulang-Ciputat-Tangerang
  19. Setu Perigi, Desa Perigi-Bintaro-Banten
  20. Setu Tonjong, parung
  21. Setu Kemuning, parung
  22. Setu Salabenda, Kemang-Bogor
  23. Setu Cilala, Telaga Kahuripan (Jl. Raya Bogor_Parung)
  24. Setu Lengkongbarang, Ciseeng Parung
  25. Setu Iwul, Ciseeng Parung
  26. Setu Sawangan, Sawangan Depok (deket Sawangan Golf/Cinangka)
  27. Setu Pemda, dekat kantor Pemda Kab. Bogor
  28. Setu Cikaret tepatnya di belakang RSU Cibinong
  29. Setu Gede, Dramaga IPB bogor (hanya bisa di pancing dalam event2 tertentu)
  30. Setu Gede, belakang SMAN 1 Depok
  31. Setu Pladen
  32. Setu Burung, desa karawang, dramaga, bogor. lokasi tidak jauh dari setu gede
  33. Setu Billabong adanya di dalam komplek perumahan Billabong Parung. Ikan Potensialnya Gabus
  34. Setu Jatijajar
  35. Setu Cilodong, dekat asrama AD Cilodong
  36. Setu Cibubur 3 : jalan cibubur indah
  37. Setu Buperta Cibubur
  38. Setu Golf Halim PK..squadron raya (disini ajib ni..tempatnya masih alami..)
  39. Setu Dirgantara 3 Halim..Jl. Raya Pondok Gede
  40. Setu Ceger Tempatnya gak keliatan dari jalan ketutupan pagar tinggi dan gedung Mapindo ( setu dibelakang gedung ) ada di Jl. Raya Ceger-TMII kelurahan Ceger, nanya ama penduduk sekitar pinggir jalan seberang TMII ( keong MAS ) pasti tahu deh..atau ke G. mapindo itu parkir deh kendaraan akang disitu ( ijin satpam ) tp hari minggu aja..sbb hari biasa buat ngantor..
  41. Setu Sela - POMAD Bogor, potensi ikan mujair, Nila, Gurame, snake head, Belida
  42. Setu Cibinong, dekat pasar Cibinong, potensi ikan Srepeng banyak banget, snake head jumbo, ikan emas, mujair, nila, beunteur.
  43. Setu Citayam bersebelahan dengan stasiun kereta Citayam – Bogor
  44. Setu Cilangkap (Ciracas) Jakarta Timur dekat Jl. PKP
  45. Setu Cilangkap Cimanggis Depok (dekat perbatasan Depok Bogor)
  46. Setu Nusantara, Jl. Nusantara Raya Depok 1
  47. Setu Tunggilis - arah ke Jonggol, Mekarsari sonoan dikit
  48. Setu Lebakwangi, Parung
  49. Setu Pengasinan, Sawangan
  50. Setu Cogrek, Ciseeng / Parung (Belakang Kompleks NUBIKA)
  51. Setu Universitas Indonesia, UI Depok
  52. Setu Srengseng, Jl. Cempaka-Kembangan Jakarta Barat
  53. Setu Griya Serpong Asri, dalam komplek Griya Serpong Asri-Serpong (gabus, bloso, mujaer)
  54. Sungai Cisadane, Pancasan Bogor.. sungai ini mengalir ke arah Tangerang
  55. Sungai.Cisadane , Pintu Sepuluh - Pasar Baru, Tangerang.
  56. Sungai Ciliwung, Bogor (hanya spot2 tertentu saja, karena polusi yg tinggi)
  57. Rawa di samping landasan terbang Pondok Cabe, Jaksel (Gabus, Lele)
  58. Bekas galian pasir di Cisauk
  59. Bekas galian di belakang Menara Imperium - Kuningan ; jaer, betok, patin
  60. Basement gedung belum jadi yg kerendem - depan Landmark, blkg gd. Indosemen
  61. Waduk Kukila Lubang buaya jakarta Timur
  62. Waduk Cirata
  63. Waduk Jatiluhur
Kelangsungan lokasi wildfishing ini ada ditangan kita, mari kita lestarikan dan jaga tempat-tempat tersebut. Jauhkan dari orang-orang yang ingin meracun dan menyetrum ikan. Lakukan catch and release pada saat mancing disana serta galakan aktivitas tebar ikan utamanya species lokal daerah setempat.

Rabu, 30 Desember 2009

TROLLING CUMI

Cumi bakar hmmm lezatnya, itu lah yang dibayangkan rekan-rekan mancing kami kali ini. Hari minggu (27/12/2009) dipenghujung tahun 2009, beberapa pemancing mengadakan wisata kepulau Pramuka di kepulauan seribu. Selain menikmati keindahan pulau mereka juga menyempatkan diri untuk mengajak anak-anak mereka untuk mancing ikan disekitar pulau tersebut dengan perahu mancing yang mereka sewa. Kebetulan dalam rombongan kali ini terdapat pemancing pemula hingga pengurus dan mantan pengurus dari Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia, biasa dikenal dengan FORMASI.

Keinginan untuk mancing ikan sudah timbul sejak berangkat dari pelabuhan Muara Angke, apalagi ditengah perjalanan terlihat segerombolan ikan tongkol sedang bermain dikejauhan. Peralatan mancing serta GPS pun sudah dipersiapkan rekan-rekan kita kali ini.

Begitu kapal yang membawa mereka bersandar didermaga, langsung saja mereka menuju penginapan yang mereka pesan untuk menaruh barang. Sementara beberapa anggota kelompok sibuk mencari kapal mancing untuk disewa, rekan yang lain balik kedermaga untuk memancing baronang. Begitu kapal sudah berhasil dibooking, semua peserta bersiap melaut kembali untuk mancing disekitar Pulau Pramuka.

Kapal mancing mulai meninggalkan dermaga pulau Peramuka, menuju keramba apung diseberang pulau untuk membeli umpan setelah itu langsung menuju spot kapal karam. Strike demi strike mulai terjadi walaupun ikan yang berhasil diangkat relatif kecil-kecil ukurannya (sebesar telapak tangan). Ketika strike mulai berkurang, kapten kapal memindahkan perahu ke spot lain sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk trolling tongkol. Karena trolling tongkol ini tidak membuahkan hasil, kapten kapal mancing membawa kapal menuju rumpon yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pulau. Beberapa strike berhasil diselesaikan dengan baik. Walaupun ikannya tetap berukuran kecil, hal ini membuat ketiga orang anak yang ikut mancing dengan mereka gembira.

Hari milai gelap, mereka memutuskan untuk kembali kepulau. Salah satu dari mereka berpesan kepada sang kapten kapal agar kapal diturunkan kecepatannya jika lewat diatas gugusan karang didekat pulau karena mereka ingin mancing cumi dengan teknik trolling. Kapal mendekati pulau tepat di atas terumbu karang kapal melambat. Beberapa kapela ukuran besar diturunkan untuk ditrolling, tak berapa lama terdengar teriakan yang membuat heboh seisi kapal "STRIKE...." Salah seorang pemancing berhasil menaikan cumi karang sebesar botol aqua sedang. Dua menit kemudian terdengar teriakan strike dari peserta lain dan dia pun berhasil menaikan cumi karang walaupun ukurannya lebih kecil. Setelah itu pemancing yang lain berhasil strike juga tetapi sayang sekali mereka belum berhasil menaikan cumi alias moncel. Kapal akhirnya merapat didermaga.

Sesampai dipenginapan cumi hasil mancing pun mereka bakar dan makan ramai-ramai. Rasa lezat cumi yang masih fresh kemudian dipanggang tidak ada duanya. Dagingnya terasa lebih manis dibanding cumi yang tidak fresh lagi kemudian dibakar.

Rasa penasaran dengan hasil mancing cumi sebelumnya membuat 3 orang dewasa dan 1 anak kecil kembali menyewa perahu mancing untuk trolling cumi. Acara mancing malam itu tidak berlangsung lama karena bulan tertutup awan tebal dan hujan mulai mengguyur. Hasil yang mereka dapat 11 ekor cumi karang besar-besar dalam waktu 2 jam.

MancingGembira

Senin, 14 Desember 2009

PEMANASAN GLOBAL MENGANCAM AKTIVITAS MANCING

Pemanasan global mengancam semua aspek kehidupan. Menurut perkiraan peneliti ekonomi lingkungan senior PBB, lebih dari 250 juta orang akan kehilangan mata pencahariannya (berhubungan dengan perikanan) akibat matinya trumbu karang tropis. Matinya trumbu karang ini menyebabkan berkurangnya populasi ikan.

"More than 250 million people are at risk seriously of their lifeblood going away because of the lack of fish on tropical coral reefs," he told reporters in Copenhagen.


Trumbu karang dalam kondisi normal bisa pulih dengan sendirinya dari pemutihan (coral bleaching), namun kini mereka mati dan menghancurkan industri perikanan karena lautan menyerap jumlah CO2 yang semakin meningkat, menyebabkan meningkatnya tingkat keasaman.

Normally corals recover from bleaching episodes, but now reefs are dying, destroying fisheries, because oceans are absorbing growing amounts of CO2 and becoming increasingly acidic.


Negara-negara tropis akan sangat merasakan sekali dampak dari kehancuran industri perikanan. Penggemar olahraga mancing tidak akan semenarik saat ini atau masa-masa lampau. Akan sangat sulit memancing satu ikan dilautan luas dengan trumbu karangnya telah hancur.

Penghijauan intensif diperlukan dalam hal ini. Penanaman lebih banyak pohon dapat menolong untuk mencegah hal ini terjadi dimasa depan. Pertumbuhan pohon dapat membantu menyerap CO2 dalam atmosfir dan carbon alami akan diserap lautan.

Mari kita selamatkan bumi kita dari pemanasan global dengan menanam lebih banyak pohon agar anak cucu kita dapat menikmati olahraga mancing seperti yang kita gilai saat ini.
Salam Strike

Sumber: The Jakarta Post

Selasa, 08 Desember 2009

NUSANTARA FISHING TOURNAMENT 2009

Kabar baik bagi para pencinta olahraga mancing sekitar wilayah kalimantan, tanggal 19 hingga 20 Desember 2009 akan diadakan turnamen mancing yang akan memperebutkan pialan Bupati Kutai Timur. Acara ini sendiri diberi nama Nusantara Fishing Tournament 2009.

Lokasi penyelengaraan turnamen mancing ini di perairan Sangatta, dengan pusat kegiatan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kenyamukan Sangatta. Sementara biaya pendaftaran turnamen mancing ini sebesar Rp.1.500.000,- per Tim. Dalam 1 Tim maksimal terdiri dari 5 orang pemancing, biaya kapal dan akomodasi ditanggung peserta sendiri.

Pada turnamen kali ini, kategori yang diperlombakan antara lain: Kategori ikan terberat, Kategori Species (Billfish, Tenggiri, Barracuda, Giant Trevally, Kakap, Tuna dan Kerapu), Kategori Campuran (Ikan terberat Jenis Ikan Tongkol, Pari, Hiu, Talang, Keneke, Mondo,
Lemadang). Sementara untuk Jackpot berupa ikan Marlin dengan berat minimal 100,1 Kg akan mendapatkan hadiah berupa piala, piagam dan 1 unit mobil.

Pendaftaran turnamen dapat dilakukan pada tempat-tempat sebagai berikut:
  • Sekretariat Kantor Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Kutai Timur, Jl. Soekarno Hatta No. 1 Sangatta – Telp. / Fax. : 0549 - 22706
  • Sekretariat Borneo Fishing Club Balikpapan, JL. Jend. Sudirman Blok A/2, Pertokoan Pantai Mas Permai, Balikpapan. Kontak Person: Hadi / Didit, Telp. / Fax. : 0542-424603
  • Melalui Internet www.borneofishingclub.com

Salam Strike...