Tampilkan postingan dengan label Spot Mancing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spot Mancing. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2015

Spot Mancing Waduk Jatibarang Dari Desa Jatirejo

Kelurahan Jatirejo terletak di sebelah selatan Kelurahan Siwarak yang masih wilayah spot mancing Waduk Jatibarang Goa Kreo. Desa Jatirejo bisa dibilang spot paling ujung dari waduk Jatibarang karena terdapat muara aliran sungai yang merupakan sumber air diwaduk Jatibarang.

Bila dibandingkan dengan spot mancing kelurahan Siwarak spot mancing di desa Jatirejo lebih luas dan titik spot mulai dari muara sungai, tengah waduk dan tepian waduk. Sayangnya lokasi spot dari tempat jarak dari tempat parkir kendaraan menuju titk -titik spot mancing relatif lebih jauh dengan medan jalan setapak yang menurun, kurang lebih jarak dari tempat parkir ke spot sekitar 600 Meter. 

Untuk menuju spot mancing desa Jatirejo dapat arah utara setelah Goa Kreo atau pintu gerbang waduk Jatibarang lurus ke selatan sejauh kurang lebih 2 Km. tepat perempatan menuju SMP 22 atau sebelum pemancingan Ngrembel ambil jalur kanan lurus saja sejauh kurang lebih 1,5 Km setelah ketemu pertigaan yang ditengahnya ada tong ambil jalur kanan. Selanjutnya lurus setelah masuk kampung ada pertigaan ambil kiri, dari sana ikuti saja papan petunjuk yang bertuliskan lokasi mancing. Jika sampai dipertigaan perkampungan bisa ditanyakan warga kampung. Untuk lebih memudahkan bisa dilihat dipeta dibawah ini.

Peta lokasi spot mancing desa Jatirejo 

Alternatif kedua Anda bisa lewat jalur menuju spot mancing Desa Siwarak. Dari jalan raya Manyaran - Gunung pati silahkan ambil jalur spot ke desa siwarak, pertigaan pertama dari jalan raya manyaran gunug pati ambil kanan, pertigaan pertama lurus saja jika ke kanan adalah jalur menuju desa siwarak. Spot mancing desa Siwarak bisa dilihat artikelnya disini

Dari desa Jatirejo menuju tempat parkir kendaraan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Jalur menuju tempat parkir adalah jalan tanah, karena seringnya dilalui oleh kendaraan para pemancing pada musim penghujan seperti saat ini kondisi jalan becek dan berlumpur. Bila dibandingkan dengan jalur ke spot mancing desa Siwarak jalur ke spot mancing dari desa Jatirejo lebih enak selain jalan datar meskipun berlumpur tidak terlalu menyulitkan kendaraan bermotor.

Tempat parkir yang sediakan cukup luas dengan keamanan yang baik, sama seperti desa Siwarak untuk bekal mancing sudah disediakan warung makan yang buka hanya sampai jam 17.00. 

Rumah makan dan tempat parkir 

Spot mancing dari desa Jatirejo juga menyediakan umpan lumut, namun sayangnya saya belum bisa menemukan penjual lumut, jika Anda datang dari luar kota bisa membeli lumut ke desa Siwarak, untuk pemesanan bisa langsung menghubungi Bapak Nuri di nomor 089604544495. 

Spot Mancing Nila di Tembalang Kota Semarang

Dulunya spot mancing di Tembalang ini adalah area persawahan dan difungsikan juga untuk daerah resapan air di wilayah Tembalang. Seiring perkembangan Tembalang sebagai daerah kampus ternama yaitu Universitas Diponegoro dan dibangunnya satu universitas baru yaitu Universitas Pandanaran, areal persawahan ini berubah menjadi kubangan dengan kedalaman berkisar 1,5 M dengan area genangan yang semakin mengecil. 

Universitas Diponegoro yang pada tahun sebelum 2011 masih menempati tiga tempat yang berbeda yaitu kampus Pleburan, Kampus tembalang dan kampus Kedokteran di rumah sakit Kariyadi, pada awal tahun 2011 mulai di pindahkan secara bersama terpusat di Tembalang. Perpindahan mahasiswa dari dua tempat membawa dampak besar bagi kecamatan Tembalang atau area sekitar kampus Undip Tembalang; Perumahan, ruko dan kos-kosan mulai tumbuh pesat membawa dampak juga terhadap daerah resapan yang sekarang mulai mengecil menjadi kawasan perumahan dan kos-kosan.


Karena area genangan air ini sudah di miliki oleh pengembang perumahan secara otomatis areal persawahaan sudah berubah fungsi menjadi tanah lapang yang tetap dibiarkan oleh pihak pengembang. Oleh warga sekitar area genangan ini di tanami bibit ikan dengan maksud untuk sarana rekreasi memancing, sekian tahun dibiarkan jumlah ikan semakin lama semakin bertambah, beberapa jenis ikan khas air tawar seperti Munjair, Gabus (kutuk), Lele, Sepat tumbuh dan berkembang biak digenangan seluas kurang lebih 0.5 Hektar ini. 

Jika Anda tertarik mencoba memancing di genangan air Tembalang ini, silahkan ikuti petunjuk yang berada di peta dibawah ini.


Peta yang diberi lingkaran merah adalah lokasi spot mancing. Untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan dua jalur. Dari arah selatan atau banyu manik setelah jembatan tol Tembalang ambil jalur kiri ke arah kampus Undip atau Unpand, lihat tower besar sebelah kiri jalan, dari tower kurang lebih 50 M sebelah kiri jalan tepat di samping warung mie ada jalan masuk yang tidak diaspal. Sebagai pertanda sebelah kanan jalan ada bengkel las, ikuti saja jalur hingga sampai di tepi spot mancing Tembalang ini.

Dari arah utara setelah kampus Polines arah ke kampus Undip pertigaan besar depan Indomaret ambil jalur kanan (Jl. Sirojudin) ke arah kampus Unpand. Masuk dari kampus Unpand atau lurus ikuti jalur dari arah selatan.




Jika Anda tidak tahan panas, cobalah di spot mancing tepat dibawah tower, untuk menuju lokasi lihat saja tower besar yang berada tepat di pinggir jalan, untuk spot dibawah tower lokasi lebih sempit dan parkir sepeda motor juga sempit, kondisi motor tidak bisa diawasi secara langsung.

Untuk mancing di tembalang ini gunakan teknik mancing dengan umpan lumut atau cacing. Untuk lumut atur jarak antara mata pancing dengan pelambung sepanjang kurang lebih 30-50 Cm. Untuk umpan cacing gunakan teknik lempar ke tengah dengan atau tanpa pelampung. Ukuran ikan rata-rata antara 2-5 Nyari relatif lebih banyak yang 3 nyari, Jika Anda beruntung umpan cacing bisa mendapat ikan kutuk atau ikan lele.

Jumat, 20 Februari 2015

Jalur Kedua Menuju Spot Mancing Waduk Jatibarang Dari Desa Siwarak

Pada artikel kali ini akan saya jelaskan jalur menuju Spot mancing dari desa Siwarak waduk Jatibarang. Artikel ini merupakan artikel lanjutan yang sudah saya bahas sebelumnya, namun saya akan sedikit mengulas bagian pentingnya saja. Desa atau Kelurahan Siwarak adalah desa yang letaknya sebelah selatan dari Waduk Jatibarang (Goa Kreo), Lokasi Spot ini berada di posisi tengah waduk Jatibarang. Lebih jelasnya bisa di cek disini.

Sesuai informasi dari Penjual makanan sekaligus tempat parkir yang berjualan di dekat spot mancing, kedepan spot mancing dari desa siwarak akan dikembangkan menjadi objek wisata, otomatis akses jalan dari kelurahan Siwarak menuju spot mancing akan lebih mudah tidak seperti sekarang dimana jalan berlumpur dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. 

Sesuai dengan judul artikel ini, saya akan menjelaskan jalur menuju spot mancing desa Siwarak namun jalur ini lebih enak, jalan berpaving dan mudah di lalui kendaraan bermotor. Untuk menuju spot mancing desa Siwarak melewati pintu utama waduk Jatibarang. lebih jelasnya lihat di peta dibawah ini.

Jalur menuju Spot mancing desa Siwarak 

 
Dari pintu gerbang utama waduk Jatibarang yang bersebelahan dengan pintu gerbang Goa Kreo masuk lurus sampai ketemu pintu gerbang kedua ( atau tiket masuk ke waduk) jalur yang ditempuh jalan beraspal. Selanjutnya dari pintu gerbang kedua silahkan belok kiri menempuh jalan tanah lurus mendekati perkebunan, jika sudah ketemu jalan berpaving ambil kanan atau jalan menanjak, ikuti saja jalur tersebut higga sampai diujung jalan paving. Jalur ini hanya bisa dilalui satu kendaraan atau sepeda motor. 

Pintu gerbang pertama menuju waduk Jatibarang

Sampai disini Anda sudah berada dekat di warung makan atau tempat parkir lebih tepatnya berada di tengah perkebunan warga. Untuk menuju tempat parkir sepeda motor silahkan ambil kiri lewati jalan tanah setapak, kurang lebih 20 meter akan ditemui jalan besar yang merupakan jalur dari desa Siwarak, ambil kanan turun kurang lebih 30 Meter Anda akan sampai di warung makan dan tempat parkir.


Pemancing di spot desa Siwarak waduk Jatibarang

keuntungan mancing dari desa siwarak adalah tersedianya umpan lumut dan cacing. Untuk umpan cacing memang tidak disediakan namun oleh penjaga parkir yang merangkap berjualan nasi bisa dicarikan. Untuk membeli lumut silahkan kontak Bapak Nuri di nomor 089604544495. Untuk menanyakan lokasi spot mancing bisa menghubungi Bapak Juwari (pemilki warung) di nomor 089613726013.

Minggu, 01 Februari 2015

Spot Mancing Bendungan Waduk Bade Boyolali

Waduk yang diresmikan oleh Presiden Indonesia kedua, H.M. Soeharto pada tanggal 18 Mei 1991 terletak di Desa Bade Kecamatan Klego Kab. Boyolali. Waduk ini lokasinya berada di sebelah utara Kab Boyolali yang berjarak kuran lebih 50 KM dari pusat kota Boyolali. Untuk mencapai lokasi waduk dari arah Barat bisa dtempuh dengan kendaraan pribadi atau Bus dengan menempuh rute Karanggede Gemolong berjarak kurang lebih 10 KM dari Kec. Karanggedhe dengan jarak tempuh kurang lebih 10 menit. Dari jalur Timur setelah pertigaan perlintasan rel Kereta Api desa Gemolong berjarak kurang lebih 15 KM.

Waduk Bade dibuat untuk menampung debit air untuk keperluan irigasi pada saat musim kemarau. Luas wilayah waduk menccapai 97,5 hektar dengan luas genangan air mencapai 68,5 hektar. Pada saat musim puncak hujan volume air yang dapat ditampung waduk Bade mencapai 2,7 juta meter kubik dengan ketinggian air mencapai 8 M. Karena waduk ini hanya menampung air hujan pada saat mencapai musim kemarau debit air pernah hanya tersisa 10% saja dengan ketinggian air hanya mencapai 1,5 meter. 

Spot mancing bendungan Waduk Bade                             

Untuk mencapai spot mancing di waduk Bade bisa dilihat di artikel sebelumnya atau lihat disini. Untuk memudahkan memahami spot di Waduk Bade saya akan membagi Spot kedalam tiga bagian yang saya gambarkan dalam peta seperti pada gambar dibawah ini.

Waduk Bade dilihat dari google Maps 

Untuk titik Spot A dari jalan raya Kranggedhe - Gemolong masuk kurang lebih bverjarak 10 M, pertigaan pertama ambil jalur kanan atau arah ke pemakaman umum, sampai di pintu masuk makam silahkan ambil jalur kiri atau mendekati pinggir waduk. Jika pada puncak musim puncak penghujan debit air penuh maka air akan sampai di pinggir tepat di bawah pepohonan, spot ini sangat cocok karena selain teduh juga tidak perlu repot jalan kaki. Dari spot ini Anda dapat menggunakan teknik mancing dengan pelampung dengan umpan lumut

Lokasi spot B adalah sepajang pinggir waduk membentang dari utara hingga selatan, karena lokasi Bendungan maka kontur tanahnya sedikit miring dengan kedalaman puncak mencapai 8 M, untuk menuju spot mancing titik B dikenakan tarif biaya masuk sebesar Rp. 2000. Karena struktur tanah dibawah Bendungan sudah rata tanpa penghalang tanaman spot bendungan cocok untuk teknik lempar dasaran dengan umpan cacing, namun sayangnya teknik ini sering terhalang oleh banyaknya warga sekitar waduk Bade yang menggunakan jala untuk menagkap ikan dan udang. Sebelum menggunakan teknik lempar dasaran ada baiknya melihat terlebih dahulu apakah ada jaring.

Spot Bendungan waduk Bade


Warung makan dan tempat parkir Waduk Bade

Jika Anda ingin mencoba mancing di tengah bisa menyewa perahu, ongkos sewa dahulu sekitar Rp. 10.000 ( harga tahun 2006), di spot mancing B memang sengaja diperuntukkan untuk objek wisata sehingga fasilitas pendukung untuk rekreasi seperti Warung makan arau minum banyak dijumpai di sana. Untuk kenyamanan pemancing sepeda motor dapat di parkir tepat di atas pemancing sehingga motor mudah dilihat, jika Anda menggunakan kendaraan roda empat silahkan parkir di dekat warung makan disana disediakan parkir yang luas, kendaraan roda empat tidak bisa masuk lokasi bendungan.

Lokasi Spot C hampir sama dengan spot A, bedanya lokasi spot ini cukup lebar, teknik mancing dengan lempar dasar mendukung untuk di coba di sport ini, atau jika Anda ingin mencoba mancing kutuk dengan banyak joran pancing bisa di coba di spot C ini.

Sabtu, 31 Januari 2015

Spot Mancing Waduk Bade Boyolali

Secara pribadi Saya memiliki kenangan tersendiri dengan waduk Bade, untuk pertama kali Saya memiliki hobi memancing dengan taraf "Gila" hampir bisa dipastikan dalam seminggu bisa dua sampai tiga kali mancing di sana. Semua pemancing tentu sepakat mancing adalah "candu", di waduk Bade inilah untuk pertama kali Saya bisa merasakan sensasi memancing yang membuat ketagihan hingga sekarang.

Mancing bagi Saya bukan hal yang baru, waktu masih duduk dibangku SD hingga menginjak SMP mancing adalah bobi yang sudah biasa saya lakukan terutama pada hari libur. Saat bulan puasa intensitas memancing biasanya lebih sering bila dibandingkan dengan hari-hari biasa untuk mengisi waktu menunggu buka puasa. Biasanya lokasi mancing hanya di sungai tidak jauh dari tempat tinggal saya di Salatiga, jenis ikan yang didapat umumnya sama dengan sungai kecil di desa desa lainnya di jawa; ikan putihan atau yang di jawa lebih dikenal dengan ikan Wader atau Keprek atau Cethol, ikan Lele, Tawes, Udang hingga Gabus Kecil.

Waduk Bade dari spot Bendungan

Bila dibandingkan dengan mancing di sungai, mancing di waduk Bade tentu saja berbeda dari jenis ikan terutama ukuran dan sensasi mancing yang dirasakan, mancing di waduk Bade juga sekaligus untuk refreshing setelah enam hari menjalani kuliah di kota Semarang. 

Dari tempat tinggal saya di Salatiga waduk Bade berjarak kurang lebih 30 KM, lokasi waduk berada di desa kecamatan Klego yang masuk wilayah Kab. Boyolali sekitar 5 Km dari Karang gedhe. Bila dibandingkan dengan Kota Boyolali jarak antara waduk Bade dengan tempat tinggal saya relatif lebih dekat karena waduk ini berada di perbatasan utara dengan Kab, Semarang. Jarak waduk Bade dengan kota Boyolali sejauh hampir 50 KM.

Jarak waduk Bade dari kota Salatiga

Jarak waduk Bade dari kota Boyolali

Jenis ikan yang ada diwaduk Bade hampir sama dengan waduk lainnya di Jawa, yang utama atau menjadi buruan para pemancing adalah ikan Munjair / Nila, ikan Kutuk, ikan karper. Khusus di waduk Bade memang jarang ditemui ikan predator seperti bawal.

Perahu Sewa di waduk Bade

Untuk Spot mancing diwaduk Bade ada 3 titik, namun pada tulisan ini akan saya bahas dua saja yang nerupakan titik spot favorit para pemancing. Spot pertama ada di Bendungan, sementara untuk yang kedua sebelum bendungan. Untuk memancing di Bade sudah disediakan perahu dengan perlengkapan yang memadahi sehingga terhindar darti terik panas dan hujan. Untuk kedua sport mancing ikan diwaduk Bade akan saya bahas pada artikel berikutnya.

Jumat, 30 Januari 2015

Spot Mancing Dermaga Waduk Jatibarang

Pengalaman tiga kali mancing di waduk Jatibarang belum membuahkan hasil yang cukup mengembirakan, jenis ikan yang didapat belum sesuai dengan kriteria, berbagai jenis umpan sudah di coba mulai dari lumut, cacing, udang namun ikan hasil pancingan tetap masih kecil-kecil belum ada yang diatas 5 nyari. Fenomena ini juag dialami oleh sebagian besar pemancing di spot mancing seputar dermaga atau dekat dengan bendungan.

Diantara beberapa pemancing dengan spot berbeda dengan lokasi agak keatas, menjauh dari bendungan atau Goa Kreo memperoleh ikan yang jauh berbeda, munjair ukuran diata 5 nyari berhasil diangkat dengan jumlah lumayan artinya setiap pemancing bisa mendapatkan 5 - 10 ekor ikan ukuran diatas 5 nyari, dari hasil informasi jenis umpan yang digunakan adalah cacing putih atau cacing lempung dengan metode memancing menjeburkan badan setengah badan. 

Memancing sekalipun hoby saya tidak terbiasa dengan teknik menjeburkan badan dipinggir spot mancing setengah badan walaupun sebetulnya pernah mencoba teknik itu waktu mancing di waduk Gajah Mungkur dan hasilnya memang sangat memuaskan, jenis ikan relatif lebih besar dan dalam waktu 4 jam saja bisa mendapat ikan lebih dari 1 kg.

Untuk Anda warga Semarang yang ingin berekreasi dengan memancing santai bersama keluarga bisa mencoba spot dermaga. Bila dibandingkan dengan spot lain dermaga lebih mudah akses jalannya dan lokasi parkir kendaraan juga relatif dekat atau alternatif bisa di titipkan ke pos satpam di pintu masuk waduk Jatibarang. 

Pintu gerbang waduk Jatibarang

Untuk menuju lokasi dari pintu gerbang masuk waduk Jatibarang dari jalan raya, masuk menuju waduk sampai dipintu gerbang kedua menuju lokasi bendungan, dari pintu gerbang kedua ambil kiri, sekitar 20 M lokasi spot dermaga sudah kelihatan, Spot mancing didermaga menjadi tempat favorit para warga sekitar waduk jatibarang untuk memancing jadi Anda harus berangkat lebih pagi untuk mendapat tempat.

Untuk Spot lain yang menjanjikan akan saya posting pada artikel berikutnya, tentu dengan hasil ikan yang sesuai dengan harapan. Salam Strike.

Selasa, 30 Desember 2014

Lokasi Spot Mancing Rawa Pening Jateng

Rawa Pening adalah sebuah daerah di Jawa tengah yang secara administratif berada di wilayah Kab. Semarang, banyak orang berangapan Rawa pening masuk wilayah kota Salatiga hal ini dikarenakan lokasi Rawa pening tidak jauh dari Kota Salatiga, dengan kendaraan bermotor bisa ditempuh sepuluh menit dari batas kota Salatiga.

Luas Rawa Pening mencapai 2650 hektar membentang dari kec. Banyubiru yang merupakan perbatasan sisi barat, sementara bagian utara dari Rawa Pening masuk wilayah kec. Tuntang, dari sisi bagian selatan masuk wilayah Muncul, sementara bagian timur masuk wilayah administrasi Kec. Kesongo. Dari kota Salatiga ke Kesongo meruapakan jarak tempuh terdekat untuk menuju spot memancing di Rawa Pening.

 Sumber Foto : Bedjow Sozu

Untuk menuju spot mancing di Rawa Pening dapat di tempuh dari ke empat penjuru sesuaikan dari mana Anda berasal, untuk memudahkan titik-titik spot sesuai dengan daerah asal Anda berikut jalur yang bisa di tempuh sesuai rute jalan.

Spot Mancing Rawa Pening Dari Jalur Utara atau Semarang
Untuk Anda yang berasal dari utara atau Semarang / Ungaran dengan berkendara motor atau mobil pribadi setelah terminal Bawen dapat di tempuh dengan jalur solo atau jalur Magelang. Untuk menghemat waktu jalur solo relatif lebih dekat bila dibandingkan dengan jalur Magelang atau Ambarawa. Setelah dari terminal Bawen setelah jembatan tuntang belok kanan, atau memutar lewat jembatan, setelah itu ambil jalur kiri lurus ikut jalan beraspal sampai meneukan desa Sumerep. Lebih jelasnya lihat di peta di bawah ini.


Bila Anda tidak memiliki kendaraan pribadi untuk menuju lokasi atau spot mancing di desa Sumerep hanya dapat di tempuh dengan ojek dengan besaran tarif sekitar Rp. 10.000, untuk lebih jelasnya tentang Spot memancing dari desa Sumerep bisa cek disini.

Jenis Ikan di Waduk Jatibarang

Waduk Jatibarang yang berada di objek wisata goa Kreo secara resmi di fungsikan pada Hari Air Dunia yaitu pada tanggal 5 Mei 2014 oleh Gubernur Jateng Gajar Pranowo dan Mentri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Meskipun belum genap satu tahun di operasikan namun banyak pemancing yang sudah berdatangan tidak hanya dari Semarang namun juga luar kota Semarang.

Menurut penuturan Juwari salah satu pedagang makanan yang berjualan di pinggir waduk di desa Siwarak para pemancing tidak hanya di dominasi orang semarang, banyak pemancing dari sekitar semarang seperti Ungaran bahkan dari daerah Boyolali, Salatiga sudah banyak yang berdatangan untuk memancing. 

 Waduk Jatibarang dari lokasi mancing desa Siwarak

Waduk Jatibarang seperti waduk dan rawa lainnya memiliki jenis ikan yang relatif sama, berbagai jenis ikan khas air tawar seperti Nila hitam, Mila merah, Lele, ikan Gabus (kutuk), Bawal, dan jenis ikan putihan. Namun yang di sayangkan di waduk Jatibarang juga ada jenis ikan parasit yang di kenal dengan ikan Red devil atau juga dikenal dengan ikan Telavia, jenis ikan ini memang realtif mudah untuk dipancing, bagi pemancing amatir tidak butuh keahlian untuk memancing jenis ikan yang mirip dengan ikan Nila ini namun memiliki ukuran yang relaitif kecil dengan sisik keras. Bagi para pemancing Nila dengan umpan cacing jenis ikan ini akan menjadi pengganggu utama.  

Masih menurut pengakuan Juwari beberapa jenis ikan Nila sudah mencapai ukuran 5 jari orang dewasa dalam dunia memancing istilah ini disingkat denagan limang nyari ( 5 jari ). Beberapa jenis ikan predator seperti Ikan Gabus sudah ada yang mencapai ukuran 50 cm dengan ukuran bisa mencapai 3 kg kata pedagang makanan yang kesehariannya menjual makanan untuk para pemancing di pingiran waduk Jatibarang.

Metode memancing yang saat ini bisa dilakukan di waduk Jatibarang adalah metode casting lempar dengan umpan mainan (Popper, Tm Frogy, Minnow Tm), jenis ikan yang bisa di dapat adalah ikan Gabus (Snakehead Fish). Untuk jenis ikan lain seperti Nila metode umpan yang di gunakan adalah Lumut dengan pancing metode pelampung. Bagi Anda yang tertarik dengan ikan Putihan bisa menggunakan umpan laron atau Pelet. Umumnya jenis pancingan yang di gunakan di waduk atau rawa adalah sama yaitu menggunakan joran yang pada bagian atasnya memiliki fiber. 

Waduk jatibarang secara kontur tanah adalah tanah labil dengan lokasi perbukitan memanjang sepanjang aliran sungai Kreo, dengan dasar waduk sebelumnya yaitu persawahan maka metode memancing lempar ke dasar waduk dapat di lakukan namun harus menunggu tanaman penghalang mati dalam kurun waktu 2 sampai 3 tahun lagi. Anda tertarik mancing di waduk Jatibarang? silahkan ikuti petunjuk lokasi spot mancing di Jatibarang di sini.

Senin, 29 Desember 2014

Waduk Jatibarang Spot Mancing Air Tawar di Kota Semarang

Pada tanggal 16 Juli 2008 bertempat di Program Magister Lingkungan dan Perkotaan Unika Soegijapranata, saya mengikuti diskusi rutin "Ruang Rabu" yang pada hari itu bertema Dana Bantuan Jepang dan Persoalan Lingkungan, Kasus Waduk Jatibarang. Dalam diskusi yang di motori oleh Donny Danardono tersebut di hadiri Noriko Shimizu, Direktur Friend of Earth/FoE Jepang (LSM yang bergerak di bidang lingkungan) yang di tunjuk langsung Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebagai pihak yang mendanai pembuatan waduk Jatibarang. 

Hadira pula dalam diskusi tersebut perwakilan dari warga desa yang terkena dampak langsung pembuatan waduk serta beberapa pihiak dari LSM lokal Semarang yang mengkritisi kebijakan pembuatan waduk yang bertujuan untuk mengatasi banjir di kota Semarang khususnya Semarang Barat atau banjir kanal Barat. 

Point penting yang di kritisi oleh LSM Semarang atas pembuatan waduk Jatibarang adalah pembuatan waduk jatibarang akan menimbulkan masalah baru dalam kurun waktu 10-20 tahun kedepan, struktur tanah di sekitar waduk jatibarang berupa tanah lunak sehingga semarang bawah kedepan tidak hanya di aliri air juga akan di aliri lumpur yang tentunya akan menjadi masalah tersendiri. Terlepas dari diskusi dan perdebatan yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut pada akhirnya waduk Jatibarang resmi di fungsikan oleh Gubernur Ganjar Pranowo dan Mentri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pada tanggal 5 Mei 2014.


 Spot memancing di waduk Jatibarang dari desa Siwarak

Waduk Jatibarang pada awalnya adalah aliran sungai besar yang bermuara di laut Semarang, struktur daerah di aliran sungai Jatibarang berupa tebing dengan persawahan yang berada di sisi sungai. Kedalaman waduk bervariasi antara 70 M sampai dengan 150 M dengan lebar sungai berkisar 500 M. Salah satu desa yang ikut terkena dampak pembuatan waduk Jatibarang adalah desa Siwarak. Lokasi desa ini terletak sebelah selatan tengah dari bendungan Jatibarang atau goa Kreo. Untuk menuju lokasi desa Siwarak bisa dilihat di peta dibawah ini.

Peta lokasi Spot memancing dari Goa Kreo (pintu gerbang waduk) ke desa Siwarak
Untuk menuju spot mancing di desa Siwarak, dari Manyaran (utara) setelah pintu gerbang waduk Jatibarang lurus ke arah selatan, setelah melewati perumahan amati sisi kanan jalan sampai di temukan pertigaan pertama seperti pada peta di atas. Dari pertigaan belok kanan, berjarak 20 M ada pertigaan lagi ambil jalur kanan lurus ikuti jalan sampai ketemu perkampungan terakhir.

Dari desa Siwarak menuju lokasi/spot memancing dapat di tempuh dengan menggunaakan kendaraan roda dua, karena jalan menuju spot memancing menurun dan belum sepenuhnya di beton Saya sarankan Anda memarkir kendaraan di rumah warga, hal ini untuk mengantisipasi sulitnya menempuh medan jalanan berlumpur pada musim penghujan, namun jika musim panas kendaraan roda dua bisa menempuh spot memancing tepat di pinggir waduk.

Lokasi spot memancing desa Siwarak memiliki titik-titik spot yang sudah di buat oleh salah seorang warga desa Siwarak sehingga memudahkan para memancing menuju lokasi memancing. Berbagai keperluan memancing juga di sediakan seperti kebutuhan pakan memancing seperti lumut, untuk kebutuhan makan atau minum di sana juga sudah di buka warung yang tutup sore hari. Untuk peta detail menuju spot mancing dari Siwarak silakan lihat pada peta di bawah ini.